Lintas Sepak Bola - Pertemuan pertama, dan satu-satunya, antara Corinthians dan Chelsea yang terjadi 83 tahun lalu berakhir seri 4-4. Corinthians dan Chelsea bersiap tampil di laga puncak Piala Dunia Antartim di Yokohama, Jepang, Minggu (16/12). Pertemuan tersebut bukan yang pertama sebab kedua tim pernah saling mengalahkan dalam sebuah laga persahabatan 83 tahun lalu. Pertandingan laga persiapan itu digelar dalam rangkaian tur Chelsea ke Amerika Selatan dan digelar di markas seteru abadi Corinthians, stadion Palestra Itália milik Palmeiras.
Saat itu, The Blues bukanlah tim yang begitu ditakuti seperit saat ini dan disana tidak ada seorang Roman Abramovich yang menghabiskan uangnya untuk tim. Stadion Palestra Itália terisi penuh dan pertandingan diwarnai delapan gol, namun jurnalis lokal mencatat sejumlah kritik dari jalannya pertandingan. Chelsea langsung memimpin 3-0 berkat gol-gol Willie Jackson, Andy Wilson, dan Sidney Elliot. Sebelum babak pertama berakhir, Corinthians sanggup membuat skor sama kuat berkat sumbangan dua gol Gambinha ditambah gol Grané.
Seusai babak pertama De Maria berhasil emmbawa tuan rumah unggul untuk sementara dengan skor ketat 4-3. di babak kedua tim tamu berhasik menyamakan kedudukan dan menjadikan sekor menjadi 4-4. Hasil pertandingan disambut kecaman keras oleh sejumlah media utama Sao Paulo. Misalnya Folha da Manhã yang mencerca tim tamu asal Inggris itu kecuali kiper Sam Millington dan pemain depan Sidney Elliot: “Chelsea tidak menggiring bola sama sekali dan kewalahan waktu berupaya mengopernya. Pemain tengah mereka tampil buruk dan cuma tampil baik sesekali.
Pertahanan mereka diperkuat kiper yang hebat dan itu pantas dipuji. Bek tengah terlalu sering membuang bola dengan tujuan membuang waktu. Mereka mempunyai kebiasaan buruk naik untuk memasang perangkap off-side. Kalau harus ada yang dipuji dari para pemain depan mereka, pastilah Elliot, pemain yang rajin dan terus berlari. Pemain lain yang pantas dipuji ialah penjaga gawang. Fakta lain yang menarik ialah bagaimana mereka menendang bola, yatersebut bersama ujung sepatu, bukan cara yang disarankan untuk diperbuat apalagi waktu berada dekat dengan gawang.” Selama tur Amerika Selatan waktu itu, Chelsea bermain 16 kali dan mengemas rekor lima kali menang, tiga kali seri, dan delapan kali kalah.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar